TRANSLATE

Senin, 01 Juli 2013

Misteri Pantai Gosong bag 3(Kisah Nyata).

Kalau gak salah di sekitar sini ada pondok buat nginap,pondok itu
milik pak samir,namun jarang di tempati,tenang aja..Gue udah kenal
dekat ama orangnya,pak samir selalu minjemin tuh pondok buat di
tempati,santai men,"
Kata kata Pay waktu itu membuat diri kami sedikit bertambah
pede,walaupun hati ini masih di landa kebingungan tak
berkesudahan,namun di tengah kegelapan yang sunyi ini,tiba tiba kami
di kagetkan oleh bunyi,"gdbukk!,"seperti sesuatu yang di jatuhkan dari
ketinggian,suara tersebut berasal dari pinggiran ilalang yang tidak
dapat ku lihat karena terlalu gelap,maklum kami berada di daerah antah
berantah,jangankan penerangan listrik,pemukiman penduduk pun belum
ada.Walaupun terdapat beberapa pondok yang letaknya saling berjauhan
sekali,tetap pondok ini kosong tanpa penghuni,"
awalnya aku tidak terlalu mempedulikan hal itu,aku beserta teman yang
lainnya masih berjalan kaki dengan cuek menyusuri jalan setapak yang
hanya di terangi cahaya dari HP Celuler milik Edo,mulanya kami
berjalan kaki dengan jarak agar berjauhan satu sama lain namun aku
menyadari kalau kami berjalan semakin berhimpitan,karena tegang
dengan suasana dan setelah beberapa meter dari tempat tadi,bunyi benda
jatuh itu kembali terdengar
,"gdbuk!!."dadaku bergetar kencang,saat itu kami saling menatap dan
tanpa berkata mempercepat langkah kami.
Kami tidak dapat berlari dengan cepat,kegelapan malam memaksa kami
untuk terus bersama.
Perjalanan ini menjadi sangat menyebalkan pikirku.
Bagaimana mungkin aku dapat berlari cepat sedangkan jalan yang aku
lalui saja tak kelihatan di tambah lagi terdapat banyak lubang dan
lumpur di sana sini.
Aku harus berhati hati supaya tidak terperosok sampai jatuh.
Kami seperti gerombolan tuna netra yang terjebak di tengah jalan
raya.Berjalan dengan meraba namun harus berhati hati di balik rasa
ketakutan kami,aku sempat melihat sekelebat bayangan dengan memakai
jubah hitam dan topi caping mirip orang orangan sawah yang sedang
berdiri dari balik rimbun ilalang,dia seperti sedang memperhatikan
kami namun teman temanku tidak menyadarinya,pikirku itu hanya
perasaanku atau itu memanglah orang orangan sawah biasa.
,"wah,tuh ada rumah,"ujar Yaya tiba tiba dengan nada sedikit berteriak
,"ya itu dia pondoknya pak samir,"sambung Pay yang mengenali pondok
itu,rasa gentar kamipun berubah jadi saat akhirnya menemukan tempat
beristirahat.Hatiku lega karena akhirnya kami dapat meluruskan badan
untuk beristirahat semalam,saat yang ada di pikiranku bukannya
menemukan lokasi perkemahan rombongan Pramuka,menemukan sebuah pondok
untuk menginap adalah hal yang paling indah saat itu.
Kami masuk menuju teras rumah yang lantainya berserakan dedaunan
kering dan di tumbuhi beberapa tanaman di sekitarnya,akhirnya
keberuntungan berpihak pada kami,bulanpun mulai terang walaupun
cahayanya hanya sedikit memperjelas pandangan.
Entah mengapa mataku masih ingin menatap ke arah tempat orang orangan
sawah yang ku lihat tadi dan sosok itu masih berada di sana,berdiri
layak seperti sedang memperhatikan kami.

Misteri Pantai Gosong bag 2(Kisah Nyata).

Sore harinya dengan berbekal modal nekat dan ongkos seadanya,kami
berangkat dengan menggunakan angkutan umum bus antarkota yang haltenya
tak jauh dari rumah Edo.
Kami berlima jadi melakukan perjalanan bodoh yang tak terlupakan
bahkan sampai sekarang.
Perjalanan dari kota menuju pantai tersebut memakan waktu kurang lebih
tiga sampai empat jam lamanya,tergantung dari sering tidaknya tingkah
pak sopir yang hobi nyinggah di tempat peristirahan bahkan perjalanan
akan terasa lebih lama jika pak sopir sering menaikkan dan menurunkan
penumpang dalam perjalanan.
Singkat cerita,kami sudah hampir sampai pada tempat tujuan kami,pantai gosong.
Edo yang mengenali tempat tersebut,meminta pak sopir untuk memberhentikan
busnya dan kami mulai turun satu per satu.
Sinar lampu bus menerangi rerumputan tempat kami berpijak dan kami
berhenti pada sebuah jalan setapak yang di sekelilingnya di kerumuni
dengan rimbunan ilalang dan semak belukar yang tidak terlalu
tinggi.Aku tidak dapat melihat ke arah sekelilingku lebih jelas,karena
tempat ini di tutupi oleh kegelapan malam plus belum adanya perumahan
penduduk di sekitar ini.Dan bodohnya lagi tidak ada satu orangpun dari
kami yang membawa senter untuk menerangi jalan.
Sayup sayup lampu bus antar kota yang menerangi kami berangsur
pudar,bus kembali melanjutkan perjalanannya menuju kota berikutnya dan
seketika suasanapun menjadi gelap,kami terpaksa harus melalui
kegelapan malam dengan berjalan kaki,untungnya HP Celuler Edo punya
sinar yang cukup terang sehingga kami terpaksa menunggu bulan terang
yang masih bersembunyi di balik awan.
Anehnya aku tidak melihat adanya tanda tanda perkemahan di sekitar situ.
Sebuah perkembahan seharusnya bisa di lihat dari kejauhan meskipun
dalam keadaan gelap.Karena biasanya di terangi api unggun di sekitar
perkemahan.
Ah..Itu mungkin karena tempatnya masih jauh dari sini,"gumamku dalam hati.
Tanpa berpikir keras akupun terus mengikuti langkah teman temanku yang
cuma di pandu oleh sinar dari HP celular Edo.
,"apa kita gak salah tempat tuh?."tanya Yaya memecah keheningan.Aku
juga yakin dalam hati,kalau kami sebenarnya salah tempat alias nyasar.
,"gue yakin kok,ini tempat yang bobby bilang kalau mereka akan
berkemah di pantai gosong,gue denger sendiri kok,"Edo yakin kalau anak
pramuka akan berkemah di sini,dia mendengarnya sendiri dari
temannya,Bobby.
Yang merupakan anggota dari panitia rombongan pramuka
tersebut.Jadi menurutnya informasi yang di dapatkannya sudah benar.
Pay mencoba menenangkan ketegangan bahwa dulu ia juga pernah
mengadakan ekspedisi di tempat ini,gak heran memang Pay merupakan
anggota kelompok pecinta alam yang notabene sering kali ekspedisi ke
tempat tempat aneh kayak gini.

Misteri Pantai Gosong bag 1.

Libur panjang Sekolah telah tiba,setiap akhir tahun biasanya anak anak
Pramuka di Sekolah kami sering mengadakan tur liburan akhir
tahun.Menuju sebuah lokasi perkemahan,di sebuah tempat di tepian
pantai dengan menyewa kendaraan yang besar(bus) mereka bertolak dari
kota menuju lokasi perkemahan.
Aku dan teman temanku bukanlah kumpulan dari mereka,kami bahkan tidak
peduli dengan kegiatan para pramuka itu,kami menghabiskan liburan
Sekolah dengan bermain playstation bersama di rumah temanku,Edo.
,"cari perkara aja mereka,"ucap Pay,salah satu temanku yang sedang
bermain playstation mengomentari kegiatan anak anak Pramuka ini bisa
menimbulkan masalah karena lokasi perkemahan yang mereka tuju,adalah
sebuah tempat yang terkenal angker dan sangat sunyi di malam hari.
,"emang kapan nih berangkatnya?."tanya Yaya penasaran dan serius tertarik.
,"kemarin siang pakai bus,"jawab Pay,anak anak Pramuka beserta
Pembinanya bertolak dari gedung sekolah menuju Pantai Gosong.
Pantai ini di juluki sesuai dengan namanya di karenakan bebatuan dan
airnya yang berwarna gelap.
Aku berbaring di sebelah mereka yang sedang asyik mengobrol juga ikut
mendengarkan pembicaraan mereka sembari membaca buku komik
kesayanganku yang selalu ku baca kemanapun,meskipun telah ku baca
entah berulang kali.
Pada siang hari itu,kamar edo terasa panas membara walaupun ruangan
ini telah terpasang kipas angin berukuran sedang yang kadang butuh
waktu dan kesabaran untuk menghidupkannya tapi tiba tiba saja Edo,sang
pemilik kamar muncul dengan wajah tersenyum.Yang agak sedikit
menyebalkan.Dia seakan akan menanggapi obrolan kami barusan padahal
seragam sekolahnya masih menempel padanya.yang menandakan dia baru
pulang sekolah.
,"yuk,kalo gak ada kerjaan,gimana kalau kita nyusulin anak pramuka aja!."
kok bisa bisa dia nongol nongol langsung ngasih ide begituan.Awalnya
kami tidak terlalu menanggapi ajakan Edo,karena jujur saja kami semua
tidak memiliki ongkos yang cukup untuk menyusul rombongan tersebut
tetapi Edo dengan gigih menyakinkan kami bahwa kami tidaklah perlu
mempersiapkan apapun,Edo menjamin sampai tiba di sana dan ketika
bertemu rombongan Pramuka itu segala kebutuhan kami akan terpenuhi.

Selasa, 18 Juni 2013

Tangan Buntung Yang Mengetik(Kisah Nyata).

Kejadian ini saya alami saat saya masih kecil,waktu itu saya kelas 1 SD.
saya punya saudara yang usianya lebih tua.
Karena rumah dinas ayah kami tepat berada di hadapan rumah sakit umum
dan ayah seorang dokter yang bertugas di rumah sakit tersebut) maka
kami biasa bermain main di areal rumah sakit yang terletak di kota
kecil daerah Jawa tengah.Saat kami pindah
Rumah penduduk belum banyak.
Aku dan kakak kakakku sering bermain petak umpet di areal rumah
sakit,kami biasa bermain dari sore hingga malam sambil menunggu ayah
selesai kunjungan dari kamar pasien,terkadang kami masuk ke dalam
kantor ayah untuk sekedar ambil minuman di mesin pendingin kantor.
Saat itu aku dan kakakku yang ke 2 merasa haus karena habis bermain
kejar kejaran,dia mengajakku untuk ke kantor ayah untuk mengambil
minuman dingin.
kantor ayah terdiri dari beberapa ruangan khusus untuk dokter
spesialis,dan di sisi lain terdapat ruangan lebih besar untuk
menampung beberapa staf administrasi,di ruangan administrasi terdapat
berbagai alat kantor,salah satunya adalah mesin ketik zaman dahulu
yang suaranya cukup nyaring,aku memandangi kakakku yang keheranan
,"masa malam malam gini ada yang kerja sih?,"ujarnya.
Dia menggandengku untuk mengintip dari jendela yang terbuka
kordennya,sejujurnya kami agak takut saat itu,aku merasa tangan kakak
gemetar kala mengandengku,Ruangan di dalam sangat gelap dan pintupun
tertutup,mana mungkin ada orang yang mau bekerja di waktu malam tanpa
penerangan lampu,namun suara mesin ketik itu masih terdengar di
telinga kami.
Kakak berusaha mengintip dari luar jendela yang terbuka
kordennya,akupun mengikuti,kami agak kesulitan untuk membiasakan mata
kami melihat dalam kegelapan
,"darimana ya asal suara itu,"ujar kami heran.
karena tak satupun kami lihat ada manusia di antara meja meja kerja di
dalam sana,kami terus mencari.Sampai akhirnya aku menemukan ada yang
ganjil di salah satu mesin ketik dekat dengan lampu menuju ke toilet
dalam.
aku melihat ada sepasang tangan buntung sampai pergelangan sedang
sibuk mengetik sesuatu di sana,aku tarik tarik tangan kakakku seraya
berkata
,"kak..kak..itu di sana..liat..liat kak!,"sambil menunjuk ke arah
tangan tadi,namun kakakku tidak bisa melihat apa yang ku maksud
,"mana?mana?,"ujarnya kebingungan,mungkin karena kami terlalu berisik
sepotong tangan tadi melayang dengan cepat dan langsung menutup korden
yang semula terbuka di jendela tempat kami mengintip,aku dan kakakku
shock dengan kejadian itu,lalu seketika itu ruangan administrasi
menjadi sepi,kami lari sekencang-kencangnya meninggalkan tempat itu.
Malamnya kami berdua seperti di bayangi tangan buntung yang melayang
layang.Hiiyyy..!!!

Gadis Penunggu Lorong Rumah Sakit(Kisah Nyata).

Pada suatu malam,saya sedang menjenguk saudara yang sakit(tepat malam
jum'at kliwon dalam kondisi hujan deras di luar).Saat itu waktu
menunjukkan pukul 00.30,hujan pun reda,saat itu saya tidak bisa
tertidur dan ingin mencari makanan di luar,namun sudah tidak bisa
karena lift serta tangga darurat telah di tutup.
Akhirnya saya putuskan untuk tetap di dalam rumah sakit namun di luar kamar.
Seketika,di saat saya sedang duduk santai sekaligus mendengarkan
musik,saya mendengar suara aneh dari kamar depan tempat saya
duduk,seperti orang minta tolong,namun saya tidak memperdulikannya
karena saya pikir hanya suara angin saja,tapi suara itu makin lama
semakin jelas,akhirnya saya putuskan untuk menghampiri kamar
tersebut.Akan tetapi pintu kamar tersebut terkunci dan sulit untuk di
buka walaupun sudah saya dobrak sekeras mungkin alhasil sia-sia.
Di saat itu saya mendengar suara telapak kaki berjalan di ujung lorong
tersebut menghampiri saya,namun tidak ada siapapun di lorong setengah
gelap itu kecuali saya sendiri.
Tanpa pikir panjang lagi saya berlari menuju tangga darurat yang ada
di ujung lorong dengan mendobrak pintu tangga tersebut(karena sudah
terkunci),dengan maksud meminta bantuan kepada security.
Setelah sampai di pos security saya menceritakan kejadian yang saya
alami,namun security hanya diam saja lalu dia menceritakan yang
sebenarnya bahwa kamar tersebut telah lama kosong karena seorang gadis
remaja bunuh diri di sana,yang sejak saat itu ketika malam jum'at
terutama kliwon ada suara gadis minta tolong,oleh karena itu bila
malam jum'at datang tidak ada seorangpun yang berada di lorong satu
itu baik perawat,security maupun pengunjung.

Hantu Mirip Perawat.(kisah nyata).

Kesaksian dari salah satu perawat laki laki yang mendapat giliran
tugas jaga malam di Rumah Sakit Umum Daerah semarang
saat itu sekitar jam 11 malam,mas Ryan(sebut saja namanya
begitu),biasanya keliling dari kamar ke kamar pasien untuk cek apakah
pasien dalam kondisi stabil dan membuat laporan untuk di ajukan ke
dokter keesokan harinya,hampir seluruh pasien di kamar lantai 1
tertidur pulas.
Setelah menyelesaikan laporannya untuk pasien di lantai 1,mas Ryan
berjalan menuju lift ke lantai 2 untuk memeriksa pasien di sana.
Dalam perjalanan menuju ke lift,mas Ryan bertemu dengan perawat laki
laki yang sedang mendorong troli makan,perawat tersebut entah kenapa
berjalan pelan sekali,Mas Ryan berusaha mendekati perawat tersebut.
,"wah,lumayan ada temannya,"pikir mas Ryan
,"halo mas,mau kemana?,"kok dorong troli makan?,bukannya jam makan
pasien sudah lewat dari beberapa jam lalu?,"sapa mas Ryan,namun entah
mendengar atau tidak,perawat asing ini hanya mengarahkan pandangan ke
depan,sambil sedikit menyunggingkan senyum dan bergerak melangkah
perlahan sekali.
Berkali kali mas Ryan berusaha mengajak perawat ini bicara,tapi tidak di gubris
,"okelah!!saya duluan,saya buru buru,selamat bertugas,"dengan agak
kesal mas Ryan berkata demikian,saat itu tanpa sengaja mata mas Ryan
melirik ke kaca jendela di ruangan yang mereka lewati,betapa kagetnya
mas Ryan saat menemukan bahwa hanya bayangan dia saja yang terpantul
di kaca tersebut,mas Ryan kaget dan berusaha menutupi kepanikannya
,"kalau setan ini tau bahwa aku menyadari siapa dia sebenarnya,mungkin
aku bisa di cekiknya di sini,"pikir mas Ryan dan dengan gerakan
santai seolah tidak terjadi apa apa,mas Ryan berjalan cepat sambil
berpamitan ke perawat asing tadi.
Mas Ryan ingin lari namun sendi sendi di lututnya terasa ngilu,Mas
Ryan seperti merasakan perawat tadi mengejarnya di belakang,namun tak
punya keberanian menoleh,yang membuatnya semakin merasa takut
adalah,suara roda troli yang semakin lama semakin keras sepertinya
perawat tadi tepat berada dekat di belakang mas Ryan,dengan gugup dan
gemetar berkali kali di memencet tombol lift,setiap kali tombol lift
di pencet,semakin dekat pula suara roda troli makanan itu di
telinganya.
Mas Ryan menghambur ke dalam lift dan langsung memencet tombol naik
saat pintu lift terbuka,dan di saat pintu lift hampir menutup(kurang
lebih masih terbuka 3 cm),mas Ryan berusaha mengintip dari dalam untuk
melihat apakah yang tadi di alaminya nyata atau halusinasi.
Dia langsung tak sadarkan diri saat menemukan sepasang mata besar
namun berjejer ke atas juga sedang mengintip ke dalam.
Keesokan harinya Mas Ryan minta segera di pindah tugaskan dari Rumah Sakit Ini.

Horor Korban Tabrak Lari(Kisah Nyata).

Adik saya yang berumur 17 tahun sedang di rawat di rumah sakit,malam
itu saya dapat giliran nunggu
di kamar rumah sakit yang di tempatin sama adik saya itu tersedia 2
tempat tidur dan 1 kamar mandi,Singkat cerita,pas malamnya sekitar jam
11 saya tiba tiba kelaparan,jadinya saya keluar nyari makan,setelah
saya beli nasi goreng,sekitar jam 00.30,ketika akan kembali ke kamar
rumah sakit itu,saya iseng pengen lihat seperti apa sih kamar mayat
itu?,"
untuk menghilangkan rasa penasaran saya itu,akhirnya saya keliling
mencari kamar mayat,setelah saya temukan kamar mayatnya,saya coba
mengintip ke dalamnya,pas saya lihat di situ terdapat 3 mayat
tergeletak di ranjang besi rumah sakit,tiba tiba udara menjadi dingin
sehingga bulu kuduk saya berdiri semua,langsung aja deh saya cabut
dari tempat itu.
sesampainya saya di kamar adik saya di rawat saya langsung makan nasi
goreng tadi,selesai makan,tiba tiba saya pengen ke kamar mandi,begitu
saya buka pintu,saya terkejut karena melihat ada anak perempuan
sekitar umur 10 tahun lagi menangis di kamar mandi sambil jongkok.
Terus saya samperin dan bertanya sama dia
,"kamu siapa ya?kok nangis di sini sih?,"trus dia jawab dengan lirih
,"mau pulang..mau pulang..,"
spontan saya niat mengantarnya kembali ke kamar tempat keluarganya di rawat.
,"ayo aku anterin!,"
lalu diapun berdiri dan berjalan,saya pun mengikutinya,saat ada di
dekat dia,saya merinding banget,tapi saya pikir mungkin karena cuaca
malam itu emang lagi dingin banget.
kami berhenti depan kamar mayat
,"ini kamar mayat dek,mana kamarmu?,"
dia tidak menjawab tapi berbalik menghadap ke arah saya.
saya kaget banget,mukanya penuh darah dan luka luka,spontan saya
langsung lari sekencang kencangnya.
paginya saya ceritain kejadian semalam sama suster yang jaga
pagi, dia cerita kalau tadi malam datang 3 mayat korban tabrak
lari,salah satunya
anak kecil tapi syukur kini mayatnya sudah di ambil keluarganya.