,"terima kasih pak,saya permisi dulu,"
,"ya..bapak doakan agar pripta tidak menghantuimu,mungkin baiknya di
adakan tahlilan di sekolah,"
,"ya pak,usul bapak akan saya sampaikan saya pak ridwan agar segera di
laksanakan,".
Ara terus melihat ke jalan raya,tidak tampak satu angkot pun yang
lewat,apa ada jalan rusak ya?."tanyanya dalam hati..dia terlihat resah
karena jam sudah menunjukkan pukul 06.30.Maghrib telah lewat..Ara
memutuskan kembali ke rumah Pak Harun tapi sebelumnya dia ingin
menelepon Lia agar menjemputnya.Ara menyeberangi jalan menuju boks
telepon di seberang jalan.Tangannya tergesa gesa memasukkan koin ke
lubang kecil.Jarinya menekan nomor nomor.
,"hallo..Lia,ini ara!."
,"ara ada apa?."kau di mana?."
napas Ara tersengal sengal.Dadanya penuh udara.Dia merasa ada sesosok
tubuh di belakangnya.
,"ara kamu kenapa?."suara Lia di ujung telepon terdengar cemas.
,"lia..lia,"suara telepon terputus.Koin Ara sudah habis,tubuh Ara
melorot.memeluk lutut.gagang telepon di biarkan menggantung,ketakutan
menyergap dirinya karena tubuhnya di kelilingi kabut.
Tiba tiba kegelapan datang,Ara bingung.Dari ujung pandangan secercah
cahaya merambat.makin lama makin cepat,hendak menabrak tubuh
Ara.spontan Ara menutup wajah dengan kedua tangannya.Napas Ara
memburu.Pelan pelan tangannya membuka.Dia mendapati dirinya telah
berada di kelas.Ara mengedarkan pandangan dengan masih
kebingungan,seorang cewek cantik sedang duduk di bangku,menulis
sesuatu,Ara mengenal buku itu dan cewek itu siapa,oh ya..ara
mengenalinya,dia yang terlihat dalam mimpi mimpi Ara.Dialah Prita
Wulandari.Wajahnya terlihat sedih.
Ara bisa melihat apa yang di tulisnya
,"andini maafin aku,tak ada setitikpun maksud hatiku untuk
menyakitimu..tetapi cinta telah membutakan hatiku,sekali lagi aku
minta maaf..semoga kau tenang di alam sana,"
Tiba tiba dari arah pintu sosok cewek yang lain berdiri dengan tatapan
penuh dendam.Pelan pelan dia mendekati Prita dengan langkah tanpa
suara,prita tidak menyadari kehadirannya.
Tiba tiba tangan cewek itu terangkat ke atas,sebuah gunting dengan
ujung tajam berkilat.Ara tercekat,berusaha berteriak tapi mulutnya tak
bergerak.Kakinya ingin melangkah,tetapi lumpuh.Dengan kekuatan dendam
cewek itu ingin menusuk gunting itu di leher Prita tapi kali ini Prita
menyadarinya,dia segera menendang kaki cewek penyerang itu sampai
jatuh dan berlari menuju pintu,namun saat berlari dan melihat wajah
cewek itu,Prita tampak tak percaya
,"andini..kau sudah mati!."teriaknya berlari ketakutan melewati
koridor,menyeberangi lapangan, dengan Andini mengejarnya dari
belakang,menerjang hujan deras,kilatan petir membias wajahnya yang
pucat seperti terang lampu neon yang hampir padam
padam..
terang..
padam kembali.
Riuh ranting yang di terpa angin saling bertabrakan,keributan itu
semakin memacu langkah kakinya,dia tak peduli hujan deras membasahi
kulitnya,Andini di belakangnya memaksanya terus bergerak dan berlari.
Dan napasnya semakin tersengal saat dia kesulitan membuka pintu pagar
sekolah ini,kepanikan membuatnya tak bisa berpikir jernih.Saat ia
berhasil membuka pintu pagar sekolah,cepat cepat dia berlari.Tiba tiba
kakinya terasa beku tidak bisa di gerakkan karena tersangkut akar
pohon besar ini dalam hawa dingin yang menyerang.
TRANSLATE
Selasa, 03 September 2013
Kesurupan Cinta bag 18(Teratai 3 Hati).
,"oh ya,soal kematian pripta wulandari,orang yang paling tahu adalah
pak harun,kepala sekolah yang berdinas kala itu,ibu pernah berjumpa
dengan beliau yang menyatakan masih tinggal di rumahnya yang lama,biar
nanti ibu catatkan alamatnya,"
,"baiklah,bu.terima kasih atas informasi yang ibu berikan..,"ucap Lia
di ikuti anggukan Ara sambil menerima catatan alamat Pak Harun.
,"semoga kau berhasil,nak,"ucap Miranti dengan terharunya menepuk
nepuk punggung kedua anak didiknya bergantian saat di antarkannya
sampai ke teras rumahnya.
,"yah,mudah mudahan saja,Bu,"ucap keduanya dengan kepala terangguk.
Minggu pagi yang cerah,akhirnya Ara tiba di rumah mantan kepala
sekolahnya yang terletak jauh di pinggir kota,tanpa di temani Lia dan
Ana,mereka lagi sibuk dengan keluarganya.
Halaman rumahnya di tumbuhi bunga bunga beraneka warna,begitu indah
dan semarak.Dari dua orang cewek muda yang di lihatnya sedang
merangkai karangan bunga,Ara dapat memperkirakan jenis usaha apa yang
di tekuni kepala sekolahnya pasca pensiun.
,"selamat pagi,benarkah ini rumahnya pak harun?."tanyanya pada cewek
belia yang menyambut kedatangannya.cewek itu menganggukan kepalanya
dan mempersilahkannya untuk masuk ruang tamu sementara cewek itu
memanggilkan ayahnya.
Seorang lelaki setengah baya muncul dan sorot mata amat tajam
menyergap tubuh tamunya.
,"selamat pagi,pak harun.perkenalkan saya ara,"ucap Ara sambil
mengulurkan tangannya.
,"ya,ada keperluan apa?."tanya Harun yang dengan kening mengernyit
menyambut uluran tangan tamunya.
,"saya adalah siswi SMU Tunas Persada.Maksud saya menemui bapak adalah
untuk meminta bantuan bapak,"
,"bantuan saya?.bantuan dalam hal apa?."tanya Harun curiga.
,"sebelumnya saya minta maaf karena permintaan bantuan saya akan
mengusik hati bapak,saya mohon bapak mendengarkan persoalan saya
terlebih dahulu,"pinta Ara
.
lantas perlahan lahan ,Ara menjelaskan segala sesuatunya,terakhir ia
menyampaikan petunjuk bu Miranti yang menyarankannya untuk menemui
mantan kepala sekolahnya.Tidak lupa Ara menjelaskan alasannya untuk
menyelidiki keberadaan hantu kamar kecil yang di perkirakan terkait
dengan kematian Prita Wulandari.
mendengar penjelasan Ara,Harun hanya menunjukkan reaksinya berupa
helaan napasnya yang berulang kali.
,"pak harun?."panggil Ara setelah lama di diamkan lelaki itu.
,"bertahun tahun lamanya saya ingin melupakan kejadian itu,tapi saya
tetap tidak bisa melupakan prita wulandari yang merupakan anak didik
kebanggaan kami,karena cinta harus terjadi peristiwa yang memilukan
sekaligus memalukan."
,"maaf..bapak,bisakah di jelaskan lebih detail?."tukas Ara agak rikuh.
,"ya,ya,akan ku jelaskan semuanya padamu,"ucapnya dengan suara bergetar.
Harun menuturkan,pada kala itu Prita,salah satu murid teladan merebut
pacar Andini,anak pindahan dari Ternate Maluku yang bernama Arman.
Andini marah besar,bahkan menyerang Prita sampai terluka dan mereka
terlibat beberapa bulan perang dingin sampai Andini memutuskan
mengalah dengan kembali pindah ke Ternate.
Dua bulan setelah Andini memutuskan pindah ke Ternate,terdengar kabar
kalau Andini menjadi salah satu korban kecelakaan kapal laut di laut
Maluku,seminggu setelahnya Prita di temukan bunuh diri menabrakan
tubuhnya ke pohon besar depan sekolah dan satu minggu kemudian,Arman
kecelakaan sampai meninggal saat mengendarai motor.
Dari rumor yang beredar,Prita di hantui arwah Andini hingga memutuskan
bunuh diri atau karena di hinggapi rasa bersalah pada Andini."
pak harun,kepala sekolah yang berdinas kala itu,ibu pernah berjumpa
dengan beliau yang menyatakan masih tinggal di rumahnya yang lama,biar
nanti ibu catatkan alamatnya,"
,"baiklah,bu.terima kasih atas informasi yang ibu berikan..,"ucap Lia
di ikuti anggukan Ara sambil menerima catatan alamat Pak Harun.
,"semoga kau berhasil,nak,"ucap Miranti dengan terharunya menepuk
nepuk punggung kedua anak didiknya bergantian saat di antarkannya
sampai ke teras rumahnya.
,"yah,mudah mudahan saja,Bu,"ucap keduanya dengan kepala terangguk.
Minggu pagi yang cerah,akhirnya Ara tiba di rumah mantan kepala
sekolahnya yang terletak jauh di pinggir kota,tanpa di temani Lia dan
Ana,mereka lagi sibuk dengan keluarganya.
Halaman rumahnya di tumbuhi bunga bunga beraneka warna,begitu indah
dan semarak.Dari dua orang cewek muda yang di lihatnya sedang
merangkai karangan bunga,Ara dapat memperkirakan jenis usaha apa yang
di tekuni kepala sekolahnya pasca pensiun.
,"selamat pagi,benarkah ini rumahnya pak harun?."tanyanya pada cewek
belia yang menyambut kedatangannya.cewek itu menganggukan kepalanya
dan mempersilahkannya untuk masuk ruang tamu sementara cewek itu
memanggilkan ayahnya.
Seorang lelaki setengah baya muncul dan sorot mata amat tajam
menyergap tubuh tamunya.
,"selamat pagi,pak harun.perkenalkan saya ara,"ucap Ara sambil
mengulurkan tangannya.
,"ya,ada keperluan apa?."tanya Harun yang dengan kening mengernyit
menyambut uluran tangan tamunya.
,"saya adalah siswi SMU Tunas Persada.Maksud saya menemui bapak adalah
untuk meminta bantuan bapak,"
,"bantuan saya?.bantuan dalam hal apa?."tanya Harun curiga.
,"sebelumnya saya minta maaf karena permintaan bantuan saya akan
mengusik hati bapak,saya mohon bapak mendengarkan persoalan saya
terlebih dahulu,"pinta Ara
.
lantas perlahan lahan ,Ara menjelaskan segala sesuatunya,terakhir ia
menyampaikan petunjuk bu Miranti yang menyarankannya untuk menemui
mantan kepala sekolahnya.Tidak lupa Ara menjelaskan alasannya untuk
menyelidiki keberadaan hantu kamar kecil yang di perkirakan terkait
dengan kematian Prita Wulandari.
mendengar penjelasan Ara,Harun hanya menunjukkan reaksinya berupa
helaan napasnya yang berulang kali.
,"pak harun?."panggil Ara setelah lama di diamkan lelaki itu.
,"bertahun tahun lamanya saya ingin melupakan kejadian itu,tapi saya
tetap tidak bisa melupakan prita wulandari yang merupakan anak didik
kebanggaan kami,karena cinta harus terjadi peristiwa yang memilukan
sekaligus memalukan."
,"maaf..bapak,bisakah di jelaskan lebih detail?."tukas Ara agak rikuh.
,"ya,ya,akan ku jelaskan semuanya padamu,"ucapnya dengan suara bergetar.
Harun menuturkan,pada kala itu Prita,salah satu murid teladan merebut
pacar Andini,anak pindahan dari Ternate Maluku yang bernama Arman.
Andini marah besar,bahkan menyerang Prita sampai terluka dan mereka
terlibat beberapa bulan perang dingin sampai Andini memutuskan
mengalah dengan kembali pindah ke Ternate.
Dua bulan setelah Andini memutuskan pindah ke Ternate,terdengar kabar
kalau Andini menjadi salah satu korban kecelakaan kapal laut di laut
Maluku,seminggu setelahnya Prita di temukan bunuh diri menabrakan
tubuhnya ke pohon besar depan sekolah dan satu minggu kemudian,Arman
kecelakaan sampai meninggal saat mengendarai motor.
Dari rumor yang beredar,Prita di hantui arwah Andini hingga memutuskan
bunuh diri atau karena di hinggapi rasa bersalah pada Andini."
Senin, 02 September 2013
kesurupan Cinta bag 18.
,"oh ya,soal kematian pripta wulandari,orang yang paling tahu adalah
pak harun,kepala sekolah yang berdinas kala itu,ibu pernah berjumpa
dengan beliau yang menyatakan masih tinggal di rumahnya yang lama,biar
nanti ibu catatkan alamatnya,"
,"baiklah,bu.terima kasih atas informasi yang ibu berikan..,"ucap Lia
di ikuti anggukan ara sambil menerima catatan alamat pak harun
,"semoga kau berhasil,nak,"ucap Miranti dengan terharunya menepuk
nepuk punggung kedua anak didiknya bergantian saat di antarkannya
sampai ke teras rumahnya.
,"yah,mudah mudahan saja,Bu,"ucap keduanya dengan kepala terangguk.
Minggu pagi yang cerah,akhirnya Ara tiba di rumah mantan kepala
sekolahnya yang terletak jauh di pinggir kota,tanpa di temani Lia dan
Ana,mereka lagi sibuk dengan keluarganya.
Halaman rumahnya di tumbuhi bunga bunga beraneka warna,begitu indah
dan semarak.Dari dua orang cewek muda yang di lihatnya sedang
merangkai karangan bunga,Ara dapat memperkirakan jenis usaha apa yang
di tekuni kepala sekolahnya pasca pensiun.
,"selamat pagi,benarkah ini rumahnya pak harun?."tanyanya pada cewek
belia yang menyambut kedatangannya.cewek itu menganggukan kepalanya
dan mempersilahkannya untuk masuk ruang tamu sementara cewek itu
memanggilkan ayahnya.
Seorang lelaki setengah baya muncul dan sorot mata amat tajam
menyergap tubuh tamunya.
,"selamat pagi,pak harun.perkenalkan saya ara,"ucap Ara sambil
mengulurkan tangannya.
,"ya,ada keperluan apa?."tanya harun yang dengan kening mengernyit
menyambut uluran tangan tamunya.
,"saya adalah siswi SMU Tunas Persada.Maksud saya menemui bapak adalah
untuk meminta bantuan bapak,"
,"bantuan saya?.bantuan dalam hal apa?."tanya Harun curiga.
,"sebelumnya saya minta maaf karena permintaan bantuan saya akan
mengusik hati bapak,saya mohon bapak mendengarkan persoalan saya
terlebih dahulu,"pinta Ara
lantas perlahan lahan ara menjelaskan segala sesuatunya,terakhir ia
menyampaikan petunjuk bu miranti yang menyarankannya untuk menemui
mantan kepala sekolahnya.Tidak lupa ara menjelaskan alasannya untuk
menyelidiki keberadaan hantu kamar kecil yang di perkirakan terkait
dengan kematian prita wulandari.
mendengar penjelasan ara,harun hanya menunjukkan reaksinya berupa
helaan napasnya yang berulang kali.
,"pak harun?."panggil Ara setelah lama di diamkan lelaki itu.
,"bertahun tahun lamanya saya ingin melupakan kejadian itu,tapi saya
tetap tidak bisa melupakan prita wulandari yang merupakan anak didik
kebanggaan kami,karena cinta harus terjadi peristiwa yang memilukan
sekaligus memalukan."
,"maaf..bapak,bisakah di jelaskan lebih detail?."tukas Ara agak rikuh.
,"ya,ya,akan ku jelaskan semuanya padamu,"ucapnya dengan suara bergetar.
Harun menuturkan,pada kala itu prita,salah satu murid teladan merebut
pacar andini,anak pindahan dari ternate maluku yang bernama andreas.
Andini marah besar,bahkan menyerang prita sampai terluka dan mereka
terlibat beberapa bulan perang dingin sampai andini memutuskan
mengalah dengan kembali pindah ke ternate.
Dua bulan setelah andini memutuskan pindah ke ternate,terdengar kabar
kalau andini menjadi salah satu korban kecelakaan kapal laut di laut
maluku,seminggu setelahnya Prita di temukan bunuh diri menabrakan
tubuhnya ke pohon besar depan sekolah dan satu minggu kemudian,andreas
kecelakaan sampai meninggal saat mengendarai motor.
Dari rumor yang beredar,Prita di hantui arwah andini hingga memutuskan
bunuh diri atau karena di hinggapi rasa bersalah pada Andini."
pak harun,kepala sekolah yang berdinas kala itu,ibu pernah berjumpa
dengan beliau yang menyatakan masih tinggal di rumahnya yang lama,biar
nanti ibu catatkan alamatnya,"
,"baiklah,bu.terima kasih atas informasi yang ibu berikan..,"ucap Lia
di ikuti anggukan ara sambil menerima catatan alamat pak harun
,"semoga kau berhasil,nak,"ucap Miranti dengan terharunya menepuk
nepuk punggung kedua anak didiknya bergantian saat di antarkannya
sampai ke teras rumahnya.
,"yah,mudah mudahan saja,Bu,"ucap keduanya dengan kepala terangguk.
Minggu pagi yang cerah,akhirnya Ara tiba di rumah mantan kepala
sekolahnya yang terletak jauh di pinggir kota,tanpa di temani Lia dan
Ana,mereka lagi sibuk dengan keluarganya.
Halaman rumahnya di tumbuhi bunga bunga beraneka warna,begitu indah
dan semarak.Dari dua orang cewek muda yang di lihatnya sedang
merangkai karangan bunga,Ara dapat memperkirakan jenis usaha apa yang
di tekuni kepala sekolahnya pasca pensiun.
,"selamat pagi,benarkah ini rumahnya pak harun?."tanyanya pada cewek
belia yang menyambut kedatangannya.cewek itu menganggukan kepalanya
dan mempersilahkannya untuk masuk ruang tamu sementara cewek itu
memanggilkan ayahnya.
Seorang lelaki setengah baya muncul dan sorot mata amat tajam
menyergap tubuh tamunya.
,"selamat pagi,pak harun.perkenalkan saya ara,"ucap Ara sambil
mengulurkan tangannya.
,"ya,ada keperluan apa?."tanya harun yang dengan kening mengernyit
menyambut uluran tangan tamunya.
,"saya adalah siswi SMU Tunas Persada.Maksud saya menemui bapak adalah
untuk meminta bantuan bapak,"
,"bantuan saya?.bantuan dalam hal apa?."tanya Harun curiga.
,"sebelumnya saya minta maaf karena permintaan bantuan saya akan
mengusik hati bapak,saya mohon bapak mendengarkan persoalan saya
terlebih dahulu,"pinta Ara
lantas perlahan lahan ara menjelaskan segala sesuatunya,terakhir ia
menyampaikan petunjuk bu miranti yang menyarankannya untuk menemui
mantan kepala sekolahnya.Tidak lupa ara menjelaskan alasannya untuk
menyelidiki keberadaan hantu kamar kecil yang di perkirakan terkait
dengan kematian prita wulandari.
mendengar penjelasan ara,harun hanya menunjukkan reaksinya berupa
helaan napasnya yang berulang kali.
,"pak harun?."panggil Ara setelah lama di diamkan lelaki itu.
,"bertahun tahun lamanya saya ingin melupakan kejadian itu,tapi saya
tetap tidak bisa melupakan prita wulandari yang merupakan anak didik
kebanggaan kami,karena cinta harus terjadi peristiwa yang memilukan
sekaligus memalukan."
,"maaf..bapak,bisakah di jelaskan lebih detail?."tukas Ara agak rikuh.
,"ya,ya,akan ku jelaskan semuanya padamu,"ucapnya dengan suara bergetar.
Harun menuturkan,pada kala itu prita,salah satu murid teladan merebut
pacar andini,anak pindahan dari ternate maluku yang bernama andreas.
Andini marah besar,bahkan menyerang prita sampai terluka dan mereka
terlibat beberapa bulan perang dingin sampai andini memutuskan
mengalah dengan kembali pindah ke ternate.
Dua bulan setelah andini memutuskan pindah ke ternate,terdengar kabar
kalau andini menjadi salah satu korban kecelakaan kapal laut di laut
maluku,seminggu setelahnya Prita di temukan bunuh diri menabrakan
tubuhnya ke pohon besar depan sekolah dan satu minggu kemudian,andreas
kecelakaan sampai meninggal saat mengendarai motor.
Dari rumor yang beredar,Prita di hantui arwah andini hingga memutuskan
bunuh diri atau karena di hinggapi rasa bersalah pada Andini."
Kesurupan Cinta bag 17(Teratai 3 Hati).
Jam pelajaran Biologi di kelas satu kosong.Kepala sekolah yang biasa
menggantikan jam pelajaran kosong pun kebetulan belum datang hingga
siswa kelas Ara di pinta guru piket untuk belajar sendiri.
Tentu saja tidak ada yang sungguh sungguh belajar sendiri.Manalah
tahan mereka duduk di dalam kelas tanpa guru hingga beberapa di
antaranya keluar,ada yang ke kantin,ke perpustakaan,ke kamar kecil
atau ke lapangan basket.
Lia pergi ke ruang tata usaha untuk membayar spp yang sedianya akan di
bayarkan pada jam istirahat.Kebetulan ada jam kosong,ia jadi bisa ke
tata usaha tanpa harus menunggu jam istirahat sambil cari informasi
soal Pripta Wulandari,pikirnya.
,"selamat siang,mbak ratna,"sapanya pada pegawai tata usaha yang di
kenal amat akrab dengan para pelajar.
,"selamat siang,nggak ada pelajaran?."
,"iya.Guru biologi absen,mbak.Saya mau bayar SPP nih,"katanya sambil
mengeluarkan uang dan kartu pembayaran SPP.
,"ya,"Ratna menerima uang dari Lia dan membubuhkan catatan di bukunya.
,"mbak..tahu dengar nggak murid sini sekitar tahun delapan dua yang
namanya pripta wulandari?."
Ratna tertegun mendengar nama yang di sebutkan lia,"dari mana kamu
tahu nama itu?."dia balik bertanya dengan tatapan mata menyelidik.
,"tetangga aku yang pernah sekolah di sini sekitar tahun delapan dua."
dia menghela napas panjang.
,"dia murid yang di temukan mati dekat pohon depan sekolah dan punya
kisah cinta yang sensasional,"
,"maksudnya mbak?."
,"cinta segitiga..dan konon cerita semenjak kematiannya setiap
angkatan selalu di ributkan sama hantu kamar kecil sekolah,"
Lia mengangguk angguk
,"mbak..tahu soal cinta segitiganya?."
,"aku sih nggak tahu pasti,tapi coba tanya saja sama bu miranti karena
dia yang paling lama ngajar di sini,mungkin dia tahu."
sorenya,Lia bersama Ara menemui guru biologinya,seorang wanita separuh
baya yang penuh perhatian terhadap anak didiknya.Dan kedatangan Ara
dan Lia sudah tentu mengherankan sang guru yang mengenal tamunya
sebagai siswi siswi yang cukup cerdas.
,"ada kesulitan apa?."tanyanya di liputi tanda tanya.
,"tidak bu,saya tidak punya kesulitan apa apa.Saya datang hanya untuk
menanyakan pripta wulandari,ibu khan sudah mengajar lama bukan?."
,"ooh,ya,ibu kenal,dia siswi yang cerdas penuh dedikasi,eh..mengapa
kamu menanyakan prita?."tanya miranti pula
,"hmm,begini Bu.ara sering merasa di buntuti dan di hantu makhluk
astral,bahkan pernah kesurupan,mungkin ini berkaitan dengan pripta,
karena saya menemukan buku hariannya.
,"ucap Lia,di ikuti anggukan bu Miranti
,"ibu ngerti dan pesanku ra,kamu harus juga menguatkan hatimu,anggap
saja,jodoh kalian sudah berakhir sampai di sini agar makhluk gaib
tidak bisa meminjam ragamu!."
Ara mengangguk
,"bu..saya ingin mengetahui detil kematian pripta dan kisah cinta
segitiganya?."tanya Lia
,"soal kisah cintanya,aku tidak tahu pasti karena dia meninggal saat
ibu baru tiga hari bekerja di sini,sedang soal kematiannya..dia
meninggal malam hari karena menabrak pohon depan sekolah dengan
menggenggam sobekan buku hariannya.dia seperti ketakutan..sedang buku
hariannya yang lain di temukan depan kamar kecil paling
ujung,"jelasnya menerawang jauh mengingat kejadian masa itu.
,"kenapa malam malam dia ke sekolah bu?."tanya Ara penasaran
Bu Miranti hanya mengangkat tangannya.Tanda tidak mengetahuinya penyebabnya.
menggantikan jam pelajaran kosong pun kebetulan belum datang hingga
siswa kelas Ara di pinta guru piket untuk belajar sendiri.
Tentu saja tidak ada yang sungguh sungguh belajar sendiri.Manalah
tahan mereka duduk di dalam kelas tanpa guru hingga beberapa di
antaranya keluar,ada yang ke kantin,ke perpustakaan,ke kamar kecil
atau ke lapangan basket.
Lia pergi ke ruang tata usaha untuk membayar spp yang sedianya akan di
bayarkan pada jam istirahat.Kebetulan ada jam kosong,ia jadi bisa ke
tata usaha tanpa harus menunggu jam istirahat sambil cari informasi
soal Pripta Wulandari,pikirnya.
,"selamat siang,mbak ratna,"sapanya pada pegawai tata usaha yang di
kenal amat akrab dengan para pelajar.
,"selamat siang,nggak ada pelajaran?."
,"iya.Guru biologi absen,mbak.Saya mau bayar SPP nih,"katanya sambil
mengeluarkan uang dan kartu pembayaran SPP.
,"ya,"Ratna menerima uang dari Lia dan membubuhkan catatan di bukunya.
,"mbak..tahu dengar nggak murid sini sekitar tahun delapan dua yang
namanya pripta wulandari?."
Ratna tertegun mendengar nama yang di sebutkan lia,"dari mana kamu
tahu nama itu?."dia balik bertanya dengan tatapan mata menyelidik.
,"tetangga aku yang pernah sekolah di sini sekitar tahun delapan dua."
dia menghela napas panjang.
,"dia murid yang di temukan mati dekat pohon depan sekolah dan punya
kisah cinta yang sensasional,"
,"maksudnya mbak?."
,"cinta segitiga..dan konon cerita semenjak kematiannya setiap
angkatan selalu di ributkan sama hantu kamar kecil sekolah,"
Lia mengangguk angguk
,"mbak..tahu soal cinta segitiganya?."
,"aku sih nggak tahu pasti,tapi coba tanya saja sama bu miranti karena
dia yang paling lama ngajar di sini,mungkin dia tahu."
sorenya,Lia bersama Ara menemui guru biologinya,seorang wanita separuh
baya yang penuh perhatian terhadap anak didiknya.Dan kedatangan Ara
dan Lia sudah tentu mengherankan sang guru yang mengenal tamunya
sebagai siswi siswi yang cukup cerdas.
,"ada kesulitan apa?."tanyanya di liputi tanda tanya.
,"tidak bu,saya tidak punya kesulitan apa apa.Saya datang hanya untuk
menanyakan pripta wulandari,ibu khan sudah mengajar lama bukan?."
,"ooh,ya,ibu kenal,dia siswi yang cerdas penuh dedikasi,eh..mengapa
kamu menanyakan prita?."tanya miranti pula
,"hmm,begini Bu.ara sering merasa di buntuti dan di hantu makhluk
astral,bahkan pernah kesurupan,mungkin ini berkaitan dengan pripta,
karena saya menemukan buku hariannya.
,"ucap Lia,di ikuti anggukan bu Miranti
,"ibu ngerti dan pesanku ra,kamu harus juga menguatkan hatimu,anggap
saja,jodoh kalian sudah berakhir sampai di sini agar makhluk gaib
tidak bisa meminjam ragamu!."
Ara mengangguk
,"bu..saya ingin mengetahui detil kematian pripta dan kisah cinta
segitiganya?."tanya Lia
,"soal kisah cintanya,aku tidak tahu pasti karena dia meninggal saat
ibu baru tiga hari bekerja di sini,sedang soal kematiannya..dia
meninggal malam hari karena menabrak pohon depan sekolah dengan
menggenggam sobekan buku hariannya.dia seperti ketakutan..sedang buku
hariannya yang lain di temukan depan kamar kecil paling
ujung,"jelasnya menerawang jauh mengingat kejadian masa itu.
,"kenapa malam malam dia ke sekolah bu?."tanya Ara penasaran
Bu Miranti hanya mengangkat tangannya.Tanda tidak mengetahuinya penyebabnya.
Kesurupan Cinta bag 16(Teratai 3 Hati).
Seorang cewek memasuki toilet,dia memandang dirinya di cermin..dan
melalui pantulan cermin,dia melihat sesuatu keluar dari bak
mandi,sebongkah kepala keluar dari sana.wajahnya penuh darah dengan
mata hitam kelam,cewek itu menjerit..membuat temannya masuk ke kamar
mandi,saat tiba di dalam,cewek itu menjerit jerit sambil menunjuk ke
arah bak mandi.Roknya sudah basah.Dia benar benar ketakutan sampai
ngompol di celana.Sesuatu yang mengerikan telah di lihatnya.
Dua temannya berusaha menenangkannya dengan memegangi kedua tangannya
yang berontak.mereka saling berangkulan.
Terdengas suara cewek berteriak teriak dari dalam UKS.AB FLOWER
tergopoh gopoh menuju UKS.tepat di belakang kang ujo yang membawa
segelas air
,"pergi kamu!Pergi!."mata cewek itu mendelik.
,"tenang!.jangan berontak,"kata pak Ridwan
,"saya melihatnya!."benar benar melihatnya.Pergi!."
,"apa yang kau lihat?."tanya Pak Ridwan
,"matanya hitam,wajahnya..penuh darah!Pergi!aku tak mau melihatmu!."
pak ridwan mengambil gelas dari tangan kang ujo.
Pak ridwan membisikkan sesuatu ke dalam gelas lalu dengan sekali
hentakan menyiramkan isi gelas itu ke wajah cewek itu.Dia
geragapan,napasnya mulai teratur,lalu jatuh tertidur.
Menyaksikan kejadian ini Lia membisiki sesuatu ke telinga Ara Dan Ana.
Dengan langkah terburu buru AB FLOWER bergegas menuju ke kelas.Cepat
cepat mengambil tempat duduk,dengan perlahan tapi pasti dia mengambil
buku dari dalam tas,meletakkan buku itu di atas meja.Apapun isi buku
itu pasti sangat penting.Lia belum juga membuka buku itu,terus terang
mereka sangat takut.Namun,tekad agar menyibak misteri hantu toilet dan
terlepas dari teror teror makhluk gaib sangat besar,mereka memandangi
buku lama itu,pelan pelan tangan Lia membukanya di ikuti pandangan
mata Ara dan Ana.Lembar pertama buku itu bertuliskan sebuah
nama,"Prita Wulandari,"
4 Mei 1982
jatuh cinta itu berjuta rasanya kata mbak Titik Puspa,begitu juga
perasaanku pada Kak Arman..setiap ku melihat matanya seperti ada
magnet yang menarikku untuk memandang wajahnya yang tampan.
Ah..rasa itu benar benar,bunga cinta telah bersemi di hatiku,"
5 juni 1982
aku pikir cintaku bertepuk sebelah tangan,ternyata Kak Arman sering
memandangku penuh rasa membuat hatiku dag dig dug.
5 agustus 1982
hari ini kak Arman menemui aku di kelasku,dia menyatakan
mencintaiku..entah setan apa yang ada di hatiku,aku menerima
cintanya..ku lupakan keinginanku untuk mencintainya dalam
sepi,memujanya dalam cinta rahasia.
5 September 1982
mengapa aku hanya mencintainya dalam sepi,karena sebelumnya dia sudah
ada yang punya..aku melanggar janji setia pasangan lain dan aku
menikmatinya dalam backstreet,menusuk dia dari belakang..bagaimana
jika dia tahu..?."
Lia membalik lembar berikut,kosong..ada yang menyobek halaman buku harian ini.
,"teman teman,kita harus mencari tahu siapa pripta,"ucap Ara di ikuti
anggukan kedua temannya.
melalui pantulan cermin,dia melihat sesuatu keluar dari bak
mandi,sebongkah kepala keluar dari sana.wajahnya penuh darah dengan
mata hitam kelam,cewek itu menjerit..membuat temannya masuk ke kamar
mandi,saat tiba di dalam,cewek itu menjerit jerit sambil menunjuk ke
arah bak mandi.Roknya sudah basah.Dia benar benar ketakutan sampai
ngompol di celana.Sesuatu yang mengerikan telah di lihatnya.
Dua temannya berusaha menenangkannya dengan memegangi kedua tangannya
yang berontak.mereka saling berangkulan.
Terdengas suara cewek berteriak teriak dari dalam UKS.AB FLOWER
tergopoh gopoh menuju UKS.tepat di belakang kang ujo yang membawa
segelas air
,"pergi kamu!Pergi!."mata cewek itu mendelik.
,"tenang!.jangan berontak,"kata pak Ridwan
,"saya melihatnya!."benar benar melihatnya.Pergi!."
,"apa yang kau lihat?."tanya Pak Ridwan
,"matanya hitam,wajahnya..penuh darah!Pergi!aku tak mau melihatmu!."
pak ridwan mengambil gelas dari tangan kang ujo.
Pak ridwan membisikkan sesuatu ke dalam gelas lalu dengan sekali
hentakan menyiramkan isi gelas itu ke wajah cewek itu.Dia
geragapan,napasnya mulai teratur,lalu jatuh tertidur.
Menyaksikan kejadian ini Lia membisiki sesuatu ke telinga Ara Dan Ana.
Dengan langkah terburu buru AB FLOWER bergegas menuju ke kelas.Cepat
cepat mengambil tempat duduk,dengan perlahan tapi pasti dia mengambil
buku dari dalam tas,meletakkan buku itu di atas meja.Apapun isi buku
itu pasti sangat penting.Lia belum juga membuka buku itu,terus terang
mereka sangat takut.Namun,tekad agar menyibak misteri hantu toilet dan
terlepas dari teror teror makhluk gaib sangat besar,mereka memandangi
buku lama itu,pelan pelan tangan Lia membukanya di ikuti pandangan
mata Ara dan Ana.Lembar pertama buku itu bertuliskan sebuah
nama,"Prita Wulandari,"
4 Mei 1982
jatuh cinta itu berjuta rasanya kata mbak Titik Puspa,begitu juga
perasaanku pada Kak Arman..setiap ku melihat matanya seperti ada
magnet yang menarikku untuk memandang wajahnya yang tampan.
Ah..rasa itu benar benar,bunga cinta telah bersemi di hatiku,"
5 juni 1982
aku pikir cintaku bertepuk sebelah tangan,ternyata Kak Arman sering
memandangku penuh rasa membuat hatiku dag dig dug.
5 agustus 1982
hari ini kak Arman menemui aku di kelasku,dia menyatakan
mencintaiku..entah setan apa yang ada di hatiku,aku menerima
cintanya..ku lupakan keinginanku untuk mencintainya dalam
sepi,memujanya dalam cinta rahasia.
5 September 1982
mengapa aku hanya mencintainya dalam sepi,karena sebelumnya dia sudah
ada yang punya..aku melanggar janji setia pasangan lain dan aku
menikmatinya dalam backstreet,menusuk dia dari belakang..bagaimana
jika dia tahu..?."
Lia membalik lembar berikut,kosong..ada yang menyobek halaman buku harian ini.
,"teman teman,kita harus mencari tahu siapa pripta,"ucap Ara di ikuti
anggukan kedua temannya.
Langganan:
Postingan (Atom)




















































